Jalan yang mana ?

Apa yang aku lakukan hari ini?

Tepatkah langkahku?

Benarkah pilihanku “mengikuti arah yang mereka tunjuk?”

Semua yang menyayangiku menunjuk arah itu… Tapi benarkan aku melangkahkan kakiku kearah itu… Ataukah aku berpura-pura melangkah kesana?

meski berat aku melangkah…  meski berat kubuat celah

Aku tau kau sama seperti aku… bimbang dalam nunjuk “arah itu tepat untukku”… engkau hanya ingin yang terbaik untukku… Tapi aku tak tak mau kau korbankan kesempatanmu… Jangan cintai aku seperti itu… Jangan kau manjakan aku seperti itu…

Dengan apa aku harus membalasnya… Dengan apa?

Aku bimbang menentukan pilihanku… aku bimbang menentukan langkahku…

Ya Allah aku berserah diri padaMu

Ya Allah… engkau beri kami kemudahan

Lindungi kami Ya Allah…

Terimakasih

Terimakasih telah bersamaku
melewati hari-hari dalam bimbangku
Terimakasih engkau menemaniku
menemui pujaan hatiku

Engkau tau betapa aku sangat rapuh
Hati yang rapuh dan jiwa yang hampa ….
Engkau juga tau bahwa aku sangat takut menatap masadepan-ku
Masadepan yang kini lebih menghalangi langkah-mu

Andai aku menurut apa ucapanmu
Andai aku mengikut arah yang engkau tunjuk untukku
dan Andai tanganku tak pernah melepas genggaman tanganmu

Mungkin kini aku tak akan tersesat dalam belantara kehidupan
Mungkin aku tak akan pernah merasakan sakitnya jatuh dalam jurang terdalam
Mungkin aku tak akan pernah membuat dirimu terpaku menungguku diujung jalan …
Kakiku masih sakit untuk berjalan …
Diriku tak sekuat yang engkau bayangkan

Berjalanlah… langkahkan kakimu
Tertatih aku akan menyusulmu
Jangan sia-siakan waktumu untukku …

Percayalah… aku masih seperti yang dulu …